Senin, 28 Oktober 2024

Vlog PembaTIK Level 4: Berbagi dan Berkolaborasi

Ibu ke pasar membeli itik

Tak lupa mampir ke warung nasi

Semangat belajar di program PembaTIK

‘Tuk jadi guru yang menginspirasi

 

Berawal dari keberuntungan saya lolos di program PembaTIK level 4, saya merasa hidup saya mengalami perubahan yang luar biasa istimewa. Di tengah hectic-nya jadwal mengajar yang saya miliki sebagai seorang guru SMK, saya pun menjalani serangkaian kegiatan berbagi dan berkolaborasi yang sungguh bermakna yang saya rangkum dalam sebuah vlog.

   

Vlog yang saya buat ini merupakan rangkaian kegiatan berbagi dan berkolaborasi yang saya buat. Sebagai seorang guru, tentunya kita dapat merancang pembelajaran yang sesuai dengan profil, minat, gaya belajar, kesiapan dan lingkungan belajar siswa. Untuk media pembelajaran, kita dapat memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar dan berbagai Platform teknologi lainnya.

Saya merancang inovasi pembelajaran kolaboratif berbasis TIK yang berjudul Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Model Learning Station Terintegrasi Teknologi dan mengimplementasikannya di kelas saya. Selanjutnya, saya melakukan berbagi praktik baik secara kolaboratif baik secara tatap maya maupun tatap muka. Saya berkeliling secara tatap maya di 2 komunitas belajar yang dikemas dalam bentuk webinar. Webinar pertama merupakan webinar wajib dan saya berkolaborasi dengan 2 rekan sahabat teknologi yang berasal dari kabupaten yang sama. Webinar ini diselenggarakan oleh komunitas Sahabat PembaTIK DIY yang mengangkat tema Learning with a Click: Pembelajaran Seru Berbantuan Teknologi. Ada 143 guru hebat yang membersamai kami di webinar ini. Cek cerita serunya di sini.

Webinar kedua merupakan webinar lintas propinsi yang terdiri dari sahabat teknologi DIY, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Lampung. Webinar kedua ini diselenggarakan oleh Invisibar (Inovasi dan Inspirasi Siau Barat) yang mengangkat tema Inovasi Pembelajaran Seru Berbasis TIK dan Coaching bagi Rekan Sejawat. Ada 31 guru yang bergabung di webinar lintas propinsi yang diselenggarakan di malam hari ini. Bisa klik di sini untuk cerita apiknya.

Selanjutnya, saya berbagi praktik baik di acara Sharing Session di Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung dengan tema PBI Sharing Session “Sahabat Teknologi DIY Berbagi” yang dihadiri 128 mahasiswa. Klik di di sini jika ingin lihat cerita hebatnya.

Saya juga melakukan berbagi praktik baik di webinar yang dihadiri 80 peserta. Webinar ini diselenggarakan oleh JETA dan TEFLIN dengan tema Revisiting Technology in Assisting Language Learning. Paket lengkapnya ada di sini ya.

Selain itu, saya berkoordinasi dengan kepala sekolah untuk melakukan kegiatan berbagi praktik baik. Hal ini saya lakukan karena jadwal mengajar saya padat sehingga saya meminta arahan dari beliau. Karena agenda sekolah yang padat, kegiatan berbagi praktik baik secara tatap muka saya awali di satuan pendidikan tempat saya 5 tahun lalu bertugas. Saya berbagi praktik baik di SMAN 1 Karangmojo.  Saya berbagi tentang Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Model Learning Station Terintegrasi Teknologi yang saya kemas dengan nama BESTIE APIK bersama 20 guru hebat. Ada cerita kenangan di sini.

Selanjutnya, saya berbagi praktik baik dengan materi yang sama di satuan pendidikan tempat saya bertugas SMKN 1 Nglipar bersama 33 guru yang tergabung dalam komunitas belajar Eskasapar Learning Squad. Cerita lengkapnya ada di sini.

Sekolah tempat saya berbagi praktik baik berikutnya adalah SMA IKIP Veteran III Tambakromo. 17 guru membersamai saya dalam berbagi praktik baik. Ada ceritanya juga di sini.

Harapan saya dengan kegiatan berbagi praktik baik inovasi pembelajaran ini dapat menjadi inspirasi bagi rekan guru untuk mendesain dan menerapkan inovasi pembelajaran di kelasnya masing-masing. Demikian vlog selama saya mengikuti kegiatan berbagi dan berkolaborasi program pembatik level 4 tahun 2024. Semoga apa yang saya lakukan dapat menginspirasi bapak ibu guru semua.

Akhir cerita, guru adalah seniman tingkat tinggi. Belajar dari perjalanan selama mengikuti PembaTIK, guru harus terus belajar, berkreasi, berbagi, dan berkolaborasi sehingga dapat memberikan cerita indah dalam pengalaman belajar siswanya. Semua bisa menjadi guru yang baik, namun bisakah kita menjadi guru yang dapat menjadi inspirasi untuk siswanya? Kita tidak perlu tahu segala sesuatunya terlebih dahulu, kita hanya perlu mulai dari sekarang.

 

#BLPTKemendikbudristek 

#MerdekaBelajar 

#PembaTIK2024 

#SahabatTeknologiKemendikbudristek 

#PlatformMerdekaMengajar

Berbagi dan Berkolaborasi: Sahabat Teknologi Menyala di Webinar 4

Webinar berbagi praktik baik yang dikemas dalam PBI Sharing Session “Sahabat Teknologi DIY Berbagi” kemarin ternyata berlanjut. Bagi yang belum tahu serunya acara yang diselenggarakan oleh Pendidikan Bahasa Inggris UIN Raden Intan Lampung, bolehlah baca di sini.

Jadi, ceritanya saya dan Ibu Dr. Laily Amin Fajariyah, M.Pd. dapat kesempatan berkolaborasi untuk berbagi praktik baik di acara yang diselenggarakan oleh JETA (Jogja English Teacher Association) bekerja sama dengan TEFLIN (Teaching English as a Foreign Language in Indonesia). Wow, keren banget kan yaa? Pasti. Webinar ini bertemakan Revisiting Technology in Assisting Language Learning. Webinar ini juga mendatangkan Bapak Paulus Kuswandono, Ph.D. sebagai keynote speaker dan Ibu Dyah Setyowati Ciptaningrum, S.Pd., M.Ed. yang akan memberikan materi berjudul Models of ICT Integration in English Language Classrooms.

Ketika flyer webinar saya dapatkan, rasanya bahagia sekali melihat foto dan nama saya terpampang nyata mengisi lembaran flyer itu. Seumur-umur bisa jadi narasumber di acaranya JETA dan TEFLIN sekaligus itu seperti mendapat jackpot. Segera saja flyer itu saya bagikan di media sosial yang saya punya. Banyak chat masuk yang isinya mendoakan supaya saya diberi kelancaran dan kesuksesan. Saya sangat terharu.

Flyer webinar yang dibagikan melalui media sosial

Segala persiapan pun saya lakukan. Saya pastikan materi presentasi sudah tertulis dengan baik dan MPI hasil kreasi di level 3 juga sudah siap action. Saya juga berlatih cas cis cus di setiap ada kesempatan supaya tidak terjadi roaming saat harus berbicara dalam Bahasa Inggris.

Hari Sabtu, 26 Oktober 2024 pukul 13.00 WIB pun menyapa. Dengan semangat maju tak gentar saya langsung buka laptop dan mencoba masuk ke zoom meeting. Tapi, tidak berhasil. Pantang semangat kendor, saya coba lagi, lagi dan tidak berhasil. Ada apa gerangan? Akhirnya, mencoba buka melalui zoom workplace dan sukses.

Acara pun dimulai. Diawali paparan dari Bapak Paulus Kuswandono, Ph.D. yang memaparkan berjudul Empowering English Teacher Identity in the Disruptive Era dan dilanjutkan sesi berbagi praktik baik oleh Ibu Dr. Laily Amin Fajariyah, M.Pd. yang memaparkan BEST: Technology–Assissted Differentiated Instructions. Selanjutnya, giliran saya yang memaparkan materi praktik baik berjudul Simple Techs in Your Classroom: Technology–Assissted Differentiated Instruction. Setelah itu, Ibu Dyah Setyowati Ciptaningrum, S.Pd., M.Ed. memaparkan materi yang intinya membahas guru sebagai panutan dan bagaimana guru harus mengenali teknologi yang dia terapkan di kelasnya.

Sesi berbagi praktik baik

Sesi berbagi praktik baik

Ada 130 guru Bahasa Inggris yang bergabung di acara webinar. Pada sesi tanya jawab, ada yang menanyakan dampak program PembaTIK bagi saya. Saya menanggapinya dengan mengatakan bahwa program PembaTIK memberi dampak signifikan pada pengelolaan waktu saya. Dulu, segala sesuatu dikerjakan tergantung mood. Namun, saat bergabung dalam program PembaTIK, segala tugas harus direncanakan, dijadwalkan, dan dilaksanakan. Segala lelah adalah konsekuensi dari keinginan untuk menjadi lebih kompeten. Webinar diakhiri pukul 15.00 WIB.



Daftar hadir peserta webinar

Hadiah manis dari JETA - TEFLIN

Webinar kali ini mengajarkan pentingnya humanisme di atas ilmu pengetahuan. Pengajaran yang baik itu bukan berasal dari teknik, namun dari integritas guru. Teknologi memang tidak akan pernah bisa menggantikan peran guru, namun guru yang memahami teknologi akan bisa menggantikan guru-guru yang tidak memahami teknologi. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Mari menjadi guru yang dapat menjadi inspirasi.

 

#BLPTKemendikbudristek 

#MerdekaBelajar 

#PembaTIK2024 

#SahabatTeknologiKemendikbudristek 

#PlatformMerdekaMengajar

Berbagi dan Berkolaborasi: Sahabat Teknologi Goes to School 2

 

Kepala SMKN 1 Nglipar memberi arahan kepada guru peserta PembaTIK 

Hari Selasa, 15 Oktober 2024 selepas apel pagi, saya dan rekan sesama peserta PembaTIK yang lolos ke level 4 menghadap Kepala SMKN 1 Nglipar, Gunungkidul,  Bapak Wardaya, S.Pd., M.Pd., selaku atasan saya. Kami menghadap Beliau dengan maksud menyampaikan hasil seleksi program PembaTIK dan meminta arahan beliau terkait tugas yang harus kami penuhi di level 4. Beliau menyampaikan apresiasinya dan memberikan arahan untuk kami, juga merekomendasikan untuk melakukan kegiatan berbagi praktik baik di hari yang ideal, dimana seluruh guru yang tergabung dalam komunitas belajar Eskasapar Learning Squad dapat bergabung dalam kegiatan tersebut. Beliau juga menyatakan kesediannya untuk menerbitkan surat tugas jika diperlukan.

Flyer yang dibagikan melalui group chat sekolah

Sesuai kesepakatan, hari Rabu, 23 Oktober 2024 pukul 13.45 di ruang Laboratorium C1 saya dan Ibu Rista Sapta Perwitasari, S.Pd. secara bergantian menyampaikan praktik baik kami. Saya mendapat giliran pertama. Saya mulai membagikan praktik baik inovasi pembelajaran yang berjudul Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Model Learning Station Terintegrasi Teknologi. Pertama, saya menginformasikan situasi dan kondisi pembelajaran di kelas saya terkait kebijakan sekolah memperbolehkan siswa membawa smartphone padahal faktanya teknologi yang digengam siswa itu menawarkan paket lengkap, manfaat dan godaannya. Selain itu, saya juga menceritakan bahwa pembelajaran di kelas saya belum sepenuhnya berpihak pada siswa. Masih ada siswa yang kurang semangat dan kurang aktif belajar. Selanjutnya, saya memaparkan tentang tantangan yang muncul dalam pembelajaran sehingga harus segera diberi sentuhan aksi nyata untuk memperbaikinya.

Saya juga menyebutkan pemanfaatan teknologi yang bersahabat dan bisa diakses dengan smartphone siswa. Teknologi sederhana yang saya sebutkan adalah menyediakan konten pembelajaran yang bervariasi berupa video dari Youtube, game edukatif dengan Wordwall dan multimedia pembelajaran interaktif yang saya kembangkan dengan aplikasi Canva for Education. Ketiga konten tersebut diintegrasikan dalam model pembelajaran Learning Station sehingga setiap siswa mendapatkan peran dalam pembelajaran. Siswa tidak hanya duduk dan beraktivitas dengan smartphonenya namun siswa juga bergerak secara dinamis dari stasiun satu ke stasiun berikutnya sampai siswa mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dari tiap stasiun. Saya juga menyebutkan refleksi dan hasil praktik baik saya pada peserta berbagi praktik baik yang intinya adalah bahwa pembelajaran dengan berbantuan teknologi menjadi terasa seru bagi siswa dan siswa pun menjadi semangat dalam belajar. Selain itu, rasa ingin tahu akan kegiatan apa yang akan mereka lakukan di stasiun berikutnya membuat siswa menjadi lebih aktif dan terikat dalam pembelajaran.


Selanjutnya, Ibu Rista membagikan praktik baiknya yang berjudul Memanfaatkan MPI untuk Meningkatkan Partisipasi Siswa: Semua Bisa Bikin MPI dengan Genially. Beliau memaparkan tentang tutorial membuat MPI dengan aplikasi Genially. Kegiatan berbagi praktik baik ditutup tepat jam 15.00 oleh moderator.

Sesi tanya jawab dibuka oleh moderator. Peserta berbagi praktik baik yang bergabung sejumlah 33 guru. Ada 1 masukan dan 1 pertanyaan yang ditujukan untuk saya. Ibu Dwi Mulyani, S. Pd. memberikan masukan terkait pilihan warna tulisan dalam MPI yang saya kembangkan. Menurut beliau warnanya terlalu terang sehingga kurang terbaca. Pertanyaan datang dari Bapak Saptohadi, S.Pd. Beliau menanyakan bagaimana jika pembelajaran sudah terintegrasi teknologi dan terjadi kendala teknis pada saat pembelajaran berlangsung. Saya menanggapinya dengan menyampaikan bahwa sesungguhnya peran guru itu tidak tergantikan. Teknologi yang diintegrasikan dalam pembelajaran semestinya menjadi support system sehingga ketika terjadi kendala guru bisa mengambil alih situasi tersebut.

Daftar hadir peserta berbagi praktik baik

Inilah catatan berbagi praktik baik yang bisa saya bagikan. Teknologi memang tidak akan pernah bisa menggantikan peran guru, namun guru yang memahami teknologi akan bisa menggantikan guru-guru yang tidak memahami teknologi. Tidak ada kata terlambat untuk belajar.

 

#BLPTKemendikbudristek 

#MerdekaBelajar 

#PembaTIK2024 

#SahabatTeknologiKemendikbudristek 

#PlatformMerdekaMengajar

Berbagi dan Berkolaborasi: Sahabat Teknologi Goes to School 1

Berdasarkan rencana aksi yang saya susun, hari Kamis, 17 Oktober 2024 pukul 14.00 WIB saya terjadwal berbagi praktik baik di SMAN 1 Karangmojo. Tepat pukul 13.00 WIB, saya pun bergegas menuju sekolah sasaran yang berjarak sekitar 12 KM dari sekolah tempat saya bertugas. Mengapa harus memilih SMAN 1 Karangmojo untuk tempat berbagi praktik baik? Alasannya sederhana. Lima tahun lalu saya pernah bertugas di sana sebagai guru Bahasa Inggris. Banyak coretan kenangan yang bisa dirangkai. Selain itu, saya merasa belum cukup banyak berkontribusi di sekolah kenangan tersebut. Mungkin, inilah saatnya.

Jadi, tibalah saya di SMAN 1 Karangmojo. Suasana kehangatan pun menyapa. Banyak rekan guru yang menyambut saya. Berbagi kangen dan obrolan ringan. Masih seperti yang dulu. Hangat dan menenangkan.

Berhubung Ibu Siti Zumrotul Arifah, S.Pd., M.Pd. sedang dinas luar, saya diterima oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ibu Devi Nurani Damaryati, S.Pd., M.Pd. Beliau mengantar saya ke ruang AVA dan mempersilakan saya untuk bersiap. 

Sesi berbagi praktik baikpun dimulai. Ada 20 guru yang menghadiri kegiatan ini. Saya pun mulai membagikan praktik baik inovasi pembelajaran yang berjudul BESTIE APIK: Bincang Seru Teknologi Inovasi Aplikasi Pembelajaran Interaktif dan Komunikatif. Pertama, saya menginformasikan situasi dan kondisi pembelajaran di kelas saya terkait kebijakan sekolah memperbolehkan siswa membawa smartphone padahal faktanya teknologi yang digengam siswa itu menawarkan paket lengkap, manfaat dan godaannya. Selain itu, saya juga menceritakan bahwa pembelajaran di kelas saya belum sepenuhnya berpihak pada siswa. Masih ada siswa yang kurang semangat dan kurang aktif belajar. Selanjutnya, saya memaparkan tentang tantangan yang muncul dalam pembelajaran sehingga harus segera diberi sentuhan aksi nyata untuk memperbaikinya.

Sesi berbagi praktik baik

Saya juga menyebutkan pemanfaatan teknologi yang bersahabat dan bisa diakses dengan smartphone siswa. Teknologi sederhana yang saya sebutkan adalah menyediakan konten pembelajaran yang bervariasi berupa video dari Youtube, game edukatif dengan Wordwall dan multimedia pembelajaran interaktif yang saya kembangkan dengan aplikasi Canva for Education. Ketiga konten tersebut diintegrasikan dalam model pembelajaran Learning Station sehingga setiap siswa mendapatkan peran dalam pembelajaran. Siswa tidak hanya duduk dan beraktivitas dengan smartphonenya namun siswa juga bergerak secara dinamis dari stasiun satu ke stasiun berikutnya sampai siswa mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dari tiap stasiun. Saya juga menyebutkan refleksi dan hasil praktik baik saya pada peserta berbagi praktik baik yang intinya adalah bahwa pembelajaran dengan berbantuan teknologi menjadi terasa seru bagi siswa dan siswa pun menjadi semangat dalam belajar. Selain itu, rasa ingin tahu akan kegiatan apa yang akan mereka lakukan di stasiun berikutnya membuat siswa menjadi lebih aktif dan terikat dalam pembelajaran.

Daftar hadir praktik baik

Sesi tanya jawab pun dibuka. Banyak pertanyaan yang disampaikan. Ada yang menanyakan lebih rinci tentang model Learning Station yang saya terapkan untuk menghadirkan teknologi dalam kelas dan ada juga yang menanyakan cara membuat MPI yang saya kembangkan. Sesi berbagi praktik baik ini diakhiri pukul 15.15 WIB.

Foto bareng dengan para ibu guru hebat

Inilah catatan berbagi praktik baik yang bisa saya bagikan. Antusiasme bapak ibu guru SMAN 1 Karangmojo dalam menggali informasi terkait praktik baik yang saya sampaikan tentu perlu diberikan apresiasi. Semangat mereka untuk belajar dan berkreasi pastinya akan memberikan dampak yang luar biasa dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran. Bapak ibu guru hebat itu berencana menjadikan teknologi sebagai support system untuk pendidikan yang lebih baik. 


#BLPTKemendikbudristek 

#MerdekaBelajar 

#PembaTIK2024 

#SahabatTeknologiKemendikbudristek 

#PlatformMerdekaMengajar


Minggu, 27 Oktober 2024

Berbagi dan Berkolaborasi: Sahabat Teknologi Goes to School 3

Hari Kamis, 24 Oktober 2024 jam 06.30 pagi, saya bersiap untuk perjalanan menuju sekolah sasaran kegiatan berbagi praktik baik yang sudah teragendakan dalam Rencana Aksi Berbagi dan Berkolaborasi. Berbekal surat sakti dari sekolah tempat saya mengajar dan ditemani rintik gerimis yang secara perlahan menjadi hujan, saya tetap melanjutkan perjalanan. Setelah melewati sekian banyak belokan, tanjakan dan turunan yang lumayan curam, sampailah saya di SMA IKIP Veteran III Tambakromo.

SMA IKIP Veteran III Tambakromo adalah sekolah swasta yang lokasinya berada di perbatasan wilayah DIY dan Jawa Tengah. Sekolah ini beralamatkan di Jalan Gunung Panggung, Tambakromo, Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, DIY dan terakreditasi A. Sekolah ini memiliki 130 siswa dan sudah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.

Disambut dengan suasana kekeluargaan, sekolah benar-benar welcome dengan rencana aksi berbagi praktik baik yang akan saya lakukan. Tepat jam 08.00 WIB, saya mulai membagikan praktik baik inovasi pembelajaran yang berjudul Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Model Learning Station Terintegrasi Teknologi. Pertama, saya menginformasikan situasi dan kondisi pembelajaran di kelas saya terkait kebijakan sekolah memperbolehkan siswa membawa smartphone padahal faktanya teknologi yang digengam siswa itu menawarkan paket lengkap, manfaat dan godaannya. Selain itu, saya juga menceritakan bahwa pembelajaran di kelas saya belum sepenuhnya berpihak pada siswa. Masih ada siswa yang kurang semangat dan kurang aktif belajar. Selanjutnya, saya memaparkan tentang tantangan yang muncul dalam pembelajaran sehingga harus segera diberi sentuhan aksi nyata untuk memperbaikinya.

Sesi berbagi praktik baik

Juga saya sebutkan pemanfaatan teknologi yang bersahabat dan bisa diakses dengan smartphone siswa. Teknologi sederhana yang saya maksud adalah menyediakan konten pembelajaran yang bervariasi berupa video dari Youtube, game edukatif dengan Wordwall dan multimedia pembelajaran interaktif yang saya kembangkan dengan aplikasi Canva for Education. Ketiga konten tersebut diintegrasikan dalam model pembelajaran Learning Station sehingga setiap siswa mendapatkan peran dalam pembelajaran. Siswa tidak hanya duduk dan beraktivitas dengan smartphonenya namun siswa juga bergerak secara dinamis dari stasiun satu ke stasiun berikutnya sampai siswa mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dari tiap stasiun. Saya juga menyebutkan refleksi dan hasil praktik baik saya pada peserta berbagi praktik baik yang intinya adalah bahwa pembelajaran dengan berbantuan teknologi menjadi terasa seru bagi siswa dan siswa pun menjadi semangat dalam belajar. Selain itu, rasa ingin tahu akan kegiatan apa yang akan mereka lakukan di stasiun berikutnya membuat siswa menjadi lebih aktif dan terikat dalam pembelajaran.

Gayung bersambut, Kepala SMA IKIP Veteran III Tambakromo, Bapak Sugi Hartono, S.Pd., M.M. menyambut baik kegiatan ini dan pada saatnya nanti akan bersama dengan warga sekolah dalam komunitas belajar SMAIVEGA untuk belajar mendesain pembelajaran yang berpihak pada siswa dan mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Beliau juga mengapresiasi saya karena telah bersedia menempuh jarak yang tidak pendek untuk berbagi informasi dan praktik baik terkait pemanfaatan teknologi di dalam kelas. Ibu Rini Wulandari, S.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum juga menyampaikan bahwa bapak dan ibu guru antusias dengan desain pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi dan menginginkan informasi lebih lanjut tentang cara mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif yang saya presentasikan yang tentunya di waktu yang berbeda. Kegiatan berbagi praktik baik yang dihadiri sejumlah 17 guru ini diakhiri pukul 09.30 WIB.

Daftar hadir peserta praktik baik


Foto bersama bapak ibu guru hebat di SMA IKIP Veteran III Tambakromo

Inilah catatan yang bisa saya bagikan. Keinginan bapak dan ibu guru hebat yang ada di SMA IKIP Veteran III Tambakromo untuk belajar dan berkreasi tentu akan memberikan kontribusi yang luar biasa dalam upaya mendesain inovasi pembelajaran yang berpihak pada siswa dan pada akhirnya bisa membekali siswa, sehingga diharapkan mereka bisa memenuhi tuntutan zaman.


#BLPTKemendikbudristek 

#MerdekaBelajar 

#PembaTIK2024 

#SahabatTeknologiKemendikbudristek 

#PlatformMerdekaMengajar

Berbagi dan Berkolaborasi: Sahabat Teknologi Mengorbit di Webinar 3

Minggu, 27 Oktober 2024

Berawal dari obrolan di grup chat whatsapp peserta PembaTIK yang berasal dari kabupaten Gunungkidul dan sama-sama mengampu mata pelajaran Bahasa Inggris, terbitlah ide untuk berkolaborasi. Singkat cerita, ada tawaran bagi kami untuk berbagi praktik baik di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UIN Raden Intan Lampung. Acara sesi berbagi praktik baik tersebut dikemas dengan nama PBI Sharing Session “Sahabat Teknologi DIY Berbagi.”

Hmm, dari penyelenggaranya jelas terbaca bahwa di sesi berbagi praktik baiknya, narasumber diminta menggunakan Bahasa Inggris dan pesertanya adalah para calon guru alias mahasiswa. Menyerah? Tentu tidak. Sebelum flyer terbit, bergegaslah saya dengan jurus ala mahasiswa dulu yaitu SKS (sistem kebut semalam), membuat materi presentasi dalam Bahasa Inggris. Done! Lanjut cek alat. Belajar dari berbagai tantangan di webinar sebelumnya, tentu di webinar ini saya harus semakin paripurna. Dengan strategi googling, saya praktikkan cara presentasi online dengan zoom. Siip, siap orbit!

Flyer Sharing Session yang dibagikan melalui media sosial

Hari Jumat, 24 Oktober 2024 pukul 15.30 WIB adalah jadwal webinar tersebut. Ok, keluar dari sekolah tempat mengajar pukul 14.00 WIB sampailah di rumah pukul 15.00 WIB. setelah salim dengan Mamase, suami saya, langsung lanjut buka laptop dan siap action. Di kesempatan berbagi kali ini, rekan kolaborasi saya Ibu Dr. Laily Amin Fajariyah, M.Pd. menyampaikan materi berjudul BEST: Technology–Assissted Differentiated Instructions, sedangkan saya memaparkan materi yang berjudul Simple Techs in Your Classroom: Technology–Assissted Differentiated Instruction. Inti materinya sama dengan webinar sebelumnya, hanya saja materi disampaikan dalam Bahasa Inggris.

Sesi berbagi praktik baik
 
Sesi berbagi praktik baik

Ada 185 mahasiswa yang bergabung di sharing session ini. Pada sesi tanya jawab, ada yang menanyakan efektivitas dari MPI yang dikembangkan. Dan saya meresponnya dengan melihat sudut pandang kata efektivitas tersebut. Jika efektivitas dilihat dari sudut pandang keilmiahan dengan melakukan riset, maka efektivitas MPI belum terbukti karena saya belum pernah melakukan riset. Namun, jika dilihat dari pengalaman saat mengimplementasikan MPI tersebut, tentu MPI tersebut terbukti efektif dalam pembelajaran. Pertanyaan lain yang datang seputar ide apa yang bisa kami bagikan untuk bahan penulisan skripsi mereka dan bincang seru terkait ide dan inovasi pembelajaran pun berlanjut hingga webinar diakhiri pukul 17.30 WIB.


Tangkapan layar daftar hadir peserta

Foto bareng peserta Sharing Session


Hadiah manis dari PBI UIN Raden Intan Lampung

Belajar dari sharing session kali ini, semangat untuk membuat perubahan dan memberikan pembelajaran yang bermakna bagi siswa dapat dipantik dengan melakukan deep-talk yang mengidentifikasi potret nyata pembelajaran di kelas dan tantangan apa saja yang harus segera diberi sentuhan aksi nyata. Akhirnya dapat saya simpulkan bahwa, kesadaran untuk terus berbenah dan mempelajari teknologi dan mengintegrasikannya dalam kelas sebagai support system akan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.

Pak polisi dinas pagi bekalnya roti lagi
Hendak berangkat ban motornya tertusuk kawat
Sekarang jaman pembelajaran berbasis teknologi
Mari motivasi diri agar tetap kuat dan semangat


#BLPTKemendikbudristek 

#MerdekaBelajar 

#PembaTIK2024 

#SahabatTeknologiKemendikbudristek 

#PlatformMerdekaMengajar

Sabtu, 26 Oktober 2024

Berbagi dan Berkolaborasi: Sahabat Teknologi Bersinergi Lintas Propinsi di Webinar 2

Gunungkidul, Minggu, 26 Oktober 2024.

Berawal dari grup chat whatsapp peserta PembaTIK di level 2 dan level 3, kami saling colek (poked) untuk berkolaborasi dalam berbagi praktik baik secara daring. Bersama 5 rekan Sahabat Teknologi, yaitu Bapak apt. Try Joko Purwanto, S.Farm [Jawa Tengah], Bapak Alfrits Patrick Gunde, S.Kom [Sulawesi Utara], Ibu Ni Nyoman Rai Septiyani, S.Pd. [Lampung], Bapak Eko Suryono, S.Pd. dan saya [Daerah Istimewa Yogyakarta]. Kami berlima mengadakan diskusi yang berlangsung cukup alot, karena lumayan sulit menentukan waktu yang pas. Finally, kami sepakat menentukan waktu pelaksanaan berdasarkan waktu senggang. 

Masuk ke topik diskusi. Kami mulai berkoordinasi dan berbagi tugas. Di antaranya terkait tema webinar, keynote speaker, pembuatan flyer, presensi dan sertifikat peserta serta doorprize untuk menarik lebih banyak peserta. Selain juga memastikan komunitas belajar yang akan menjadi penyelenggara webinar lintas provinsi ini.

Flyer webinar lintas propinsi yang disebarkan melalui media sosial

Hari Selasa, 22 Oktober 2024 tepat pukul 18.00 WIB atau 19.00 WITA, webinar berlangsung dengan mengusung tema Inovasi Pembelajaran Seru Berbasis TIK dan Coaching bagi Rekan Sejawat pun dimulai. Webinar ini diselenggarakan oleh komunitas belajar INVISIBAR (Inovasi dan Inspirasi Siau Barat). Sesi inti diawali dengan paparan materi dari keynote speaker Ibu Rinny C. Kumendong, S.S., M.Pd., GCP (P) tentang Pemanfaatan Teknologi dalam Proses Coaching. Selanjutnya, secara berurutan sesi berbagi praktik baik dimulai. Bapak apt. Try Joko Purwanto, S.Farm memaparkan praktik baiknya yang berjudul Pembelajaran GENIUS. Setelah itu, ada Bapak Eko Suryono, S.Pd. yang membagikan praktik baik yang berjudul MPI untuk Pelajaran Bahasa Inggris. Kemudian Ibu Ni Nyoman Rai Septiyani, S.Pd. berbagi tentang PemanTIK Gibah (Pembelajaran Memanfaatkan TIK pada Materi Energi dan Perubahannya). Selanjutnya, Bapak Alfrits Patrick Gunde, S.Kom berbagi praktik baik yang berjudul MPI Topologi Jaringan, dan disusul saya sendiri yang berbagi praktik baik yang berjudul Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Model Learning Station Terintegrasi Teknologi. Paparan materi berbagi praktik baik saya bisa dilihat di sini.

Sesi berbagi praktik baik

Selanjutnya sesi tanya jawab dibuka dan sekaligus dijadikan sesi pembagian doorprize bagi 2 peserta webinar yang beruntung. Jika dirangkum, beberapa peserta menanyakan tentang bagaimana cara membuat MPI yang kami tampilkan. Alhamdulillah, pertanyaan demi pertanyaan mampu terjawab dengan rasa puas yang terlihat dari para peserta. Webinar ditutup tepat pukul 20.00 WIB atau 21.00 WITA. Video webinar berbagi praktik baiknya bisa klik di sini.

Foto bersama sahabat teknologi dengan peserta webinar

Berdasarkan data yang tercatat di daftar hadir yang dibagikan pada saat webinar berlangsung, ada 31 peserta yang bergabung dalam webinar ini. Peserta tersebut adalah para guru hebat yang berasal dari semua jenjang pendidikan. Selain itu, peserta yang bergabung berasal dari lintas propinsi seperti Jawa Tengah, DIY, Sulawesi Utara, Manado, dan Lampung. Ada poin refleksi yang wajib diisi peserta dalam formulir daftar hadir yang diberikan. Para guru hebat ini memberikan refleksi singkat terkait materi webinar. Jika dirangkum, mereka memberikan respon positif terhadap pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dan sesi berbagi praktik baik yang diselenggarakan ini telah memberi inspirasi bagi mereka untuk mengembangkan teknologi di dalam kelas seperti game edukatif dan multimedia pembelajaran interaktif.

Tangkapan layar daftar hadir peserta webinar lintas propinsi

Evaluasi dari webinar lintas propinsi ini adalah bahwa waktu untuk menyebarkan informasi penyelenggaraan webinar terbilang terlalu mepet, sehingga peserta yang bergabung dalam webinar ini belum sesuai ekspektasi. Selain itu, perbedaan waktu wilayah tinggal antara narasumber satu dengan narasumber yang lain menjadikan penyelenggaraan webinar ini belum maksimal. Toh, tidak lah menjadi kendala berarti. Dan secara pribadi saya merasa bangga bisa menyapa para guru hebat lintas propinsi dan berbagi praktik baik dengan mereka. Setidaknya, saya merasa menjadi salah satu agen yang turut membuka mindset peserta untuk menghadirkan dan mengintegrasikan teknologi di dalam kelas. Selain itu, saya merasa menjadi lebih kompeten dalam berbagi layar menggunakan google meeting dan mengeksplor beberapa tombol yang tersedia.

Inilah catatan saya dari pelaksanaan webinar tersebut. Ungkapan bisa karena terbiasa bukanlah sekedar kata. Tidak butuh paksaan atau bahkan ancaman untuk mencoba membuat perubahan. Hanya dengan terus belajar, berkreasi, berbagi dan berkolaborasi maka kita akan bertransformasi menjadi guru hebat yang meninggalkan jejak pasti. Dan bukankah hidup adalah proses belajar tanpa batas? Seperti ajaran dalam Islam  yang menyebutkan uthlubul ilmi minal mahdi ila lahdi.

 

#BLPTKemendikbudristek 

#MerdekaBelajar 

#PembaTIK2024 

#SahabatTeknologiKemendikbudristek 

#PlatformMerdekaMengajar

Selasa, 22 Oktober 2024

Berbagi dan Berkolaborasi: Sahabat Teknologi Mengudara di Webinar 1

Hari Senin, tanggal 21 Oktober 2024 pukul 13.00 adalah pengalaman pertama saya sebagai narasumber webinar. Tentu saja, hal tersebut sangat menantang dan mendebarkan.

Flyer Webinar #3 yang dibagikan melalui media sosial

Bicara tentang webinar, bukanlah hal asing. Bahkan saya sempat menjadi webinar hunter alias pemburu webinar, tentunya sebagai peserta. Selain karena tugas, alasan lainnya adalah karena dengan ikut webinar, tanpa kita perlu pergi jauh, kita tetap bisa mendapatkan ilmu dan bonusnya adalah sertifikat yang sangat mendukung kepentingan pekerjaan. Jika beruntung, terkadang kita bisa juga mendapatkan doorprize. Tapi, webinar kali ini berbeda, bukan sebagai peserta, melainkan menjadi salah satu narasumbernya. Bagaimana bisa ya?

Sedikit flashback. Awal mula saya berkesempatan menjadi narasumber webinar adalah karena keikutsertaan saya di program PembaTIK tahun 2024 yang diselenggarakan oleh BLPT (Balai Layanan Platform Teknologi) Kemendikbudristek. Penyelenggaraan program PembaTIK ini terdiri dari 4 level. Ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi peserta PembaTIK untuk bisa lulus dan lolos dari level pertama ke level selanjutnya, hingga kemudian melenggang ke level 4. Mereka yang lolos ke level 4 ini adalah 30 peserta terbaik di provinsinya dan resmi mendapat sebutan Sahabat Teknologi yang biasa disingkat SATE. Salah satu kegiatan yang harus dipenuhi para Sahabat Teknologi ini adalah berbagi dan berkolaborasi terkait praktik baik dengan mengimplementasikan hasil kreasi yang sudah dikembangkan di level 3. Mengenai program PembaTIK dan kegiatan di tiap levelnya ini, akan saya urai di edisi tulisan saya yang lain.

Kembali ke topik awal, narasumber webinar. Yess, dengan semangat 45 dan menjadi si paling-paling terniat, saya pun mulai membuat persiapan seperti menyiapkan materi presentasi yang apik, berkoordinasi dengan rekan sesama narasumber untuk membuat flyer yang menarik dan memilih keynote speaker webinar, serta cek alat. Mode begadang sampai dengan kerja keras bak kuda yang tak kenal lelah, mengerjakan itu semua di tengah padatnya jam mengajar pun saya jalani. Okay, materi sudah siap, lanjut mulai cek alat sembari tetap koordinasi dengan rekan kolaborasi. Gotcha! Selalu saja ada kendala yang muncul sebagai penyerta proses. Tampilan layar ternyata tidak baik-baik saja karena kamera laptop buram. Selain itu, suaranya juga tidak paripurna. Jalan ninja pun mode on. Bantuan rekan kerja yang tepat di sekolah adalah solusinya.

Hari webinar pun tiba. Webinar ini adalah webinar berbagi praktik baik seri yang ketiga dengan mengangkat tema Learning with A Click: Pembelajaran Seru Berbantuan Teknologi. Webinar diselenggarakan melalui komunitas Sahabat PembaTIK DIY dan disiarkan melalui kanal Youtube Sahabat PembaTIK DIY. Hasil kesepakatan dengan rekan narasumber, keynote speaker webinar adalah Bapak Sigit Suryono, S.Pd., Duta Teknologi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2018. Dalam materi yang disampaikannya, ada poin yang saya tangkap. Beliau menyampaikan bahwa keberadaan teknologi itu sudah menyentuh ranah yang paling dasar sehingga kita harus terus belajar. Tidak ada kata terlambat untuk belajar, semuanya dimulai dengan trial and error.

Selanjutnya adalah sesi berbagi praktik baik. Ketiga narasumber berasal dari kabupaten Gunungkidul. Narasumber pertama adalah Ibu Dr. Laily Amin Fajariyah, M.Pd. dari SMP Negeri 5 Panggang yang memaparkan tentang BEST (Buffet English Speaking Tasks): Pembelajaran Berdiferensiasi Berbantuan Teknologi.

Berikutnya, narasumber kedua adalah saya sendiri. Saya membagikan praktik baik saya yang berjudul Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Model Learning Station Terintegrasi Teknologi. Pertama, saya menginformasikan situasi dan kondisi pembelajaran di kelas saya terkait kebijakan sekolah memperbolehkan siswa membawa smartphone. Padahal faktanya teknologi yang digengam siswa itu menawarkan paket lengkap, manfaat dan godaannya. Selain itu, saya juga menceritakan bahwa pembelajaran di kelas saya belum sepenuhnya berpihak pada siswa. Masih ada siswa yang kurang semangat dan kurang aktif belajar. Kemudian, saya memaparkan tantangan yang muncul dalam pembelajaran sehingga harus segera diberi sentuhan aksi nyata untuk memperbaikinya.

Saya juga menyebutkan pemanfaatan teknologi yang bersahabat dan bisa diakses dengan smartphone siswa. Teknologi sederhana yang saya sebutkan adalah menyediakan konten pembelajaran yang bervariasi berupa video dari Youtube, game edukatif dengan Wordwall dan multimedia pembelajaran interaktif yang saya kembangkan dengan aplikasi Canva for Education. Ketiga konten tersebut diintegrasikan dalam model pembelajaran Learning Station sehingga setiap siswa mendapatkan peran dalam pembelajaran. Siswa tidak hanya duduk dan beraktivitas dengan smartphonenya, namun siswa juga bergerak secara dinamis dari stasiun satu ke stasiun berikutnya sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dari tiap stasiun. Saya juga menyampaikan refleksi dan hasil praktik baik saya pada peserta webinar yang intinya adalah bahwa pembelajaran dengan berbantuan teknologi menjadi terasa seru bagi siswa. Siswa pun menjadi antusias dalam belajar. Selain itu, rasa ingin tahu tentang kegiatan apa yang akan mereka lakukan di stasiun berikutnya membuat siswa menjadi lebih aktif dan terikat dalam pembelajaran.

Sesi Berbagi Praktik Baik 

Narasumber ketiga adalah Bapak Agus Wijayanto, S.Pd. dari SMP Negeri 1 Patuk. Beliau memaparkan praktik baik yang berjudul Happy Learning: Belajar Menyenangkan dengan Pemanfaatan Teknologi. Setelah ketiga narasumber selesai dengan paparan praktik baiknya, sesi tanya jawab atau diskusi pun dibuka. Ada pertanyaan yang ditujukan untuk ketiga narasumber. Pertanyaannya adalah bagaimana jika siswa tidak memiliki atau membawa smartphone untuk pembelajaran yang sudah direncanakan. Pertanyaan tersebut saya respon dengan mengatakan bahwa sebelum pembelajaran dengan smartphone itu dilaksanakan, kita sebagai guru perlu untuk mengomunikasikannya terlebih dahulu dan jika perlu mengingatkannya sebelum hari pembelajaran sehingga siswa bisa bersiap baik alat maupun ketersediaan kuotanya. Pertanyaan lain berisi bagaimana cara membuat multimedia pembelajaran interaktif (MPI) yang kami tampilkan pada sesi berbagi praktik baik dan meminta tautan yang bisa digunakan untuk mengakses MPI tersebut. Akhirnya, kegiatan webinar ditutup tepat pukul 15.00 WIB. Untuk melihat serunya webinar, silakan klik video berikut ini.

Berdasarkan data yang tercatat di daftar hadir yang dibagikan pada saat webinar, ada 157 peserta yang bergabung dalam webinar ini. Peserta tersebut adalah kepala sekolah, guru, dan mahasiswa hebat yang berasal dari semua jenjang pendidikan, bahkan ada yang berasal dari kalangan non pendidikan. Selain itu, peserta yang bergabung tidak hanya berasal dari provinsi DIY saja, ada juga yang berasal dari lintas provinsi seperti  Jawa Tengah, DKI Jakarta, Sulawesi Tenggara, dan Riau. Namun begitu, ada juga peserta yang tidak menuliskan  asalnya. 

Tangkapan layar daftar hadir peserta webinar #3

Banyak hal yang bisa saya pelajari dari kegiatan ini. Penguasaan materi dan persiapan alat secara seksama belum cukup untuk menjamin kelancaran kegiatan berbagi praktik baik secara online ini. Kita juga harus melatih kemampuan berkomunikasi secara efektif sehingga materi yang kita bagikan tersampaikan dengan jelas.

Sesi foto bersama dengan peserta webinar #3

Inilah catatan yang bisa saya tuliskan. Belajar dari apa yang telah terjadi, guru memang seharusnya memberikan pembelajaran yang berpihak pada siswa. Untuk itu, kita harus siap dan bersedia untuk terus belajar, berkreasi, berbagi dan berkolaborasi agar bisa membekali siswa kita sehingga mereka kelak bisa menjawab dan memenuhi tuntutan zaman.

 

#BLPTKemendikbudristek

#MerdekaBelajar 

#PembaTIK2024 

#SahabatTeknologiKemendikbudristek 

#PlatformMerdekaMengajar

Sabtu, 19 Oktober 2024

Sinkronus PembaTIK Level 4 Tahun 2024 Daerah Istimewa Yogyakarta

Flyer kelas sinkronus PembaTIK level 4 Tahun 2024 DIY

Tim tutor PembaTIK level 4 Daerah Istimewa Yogyakarta yang terdiri dari tutor PTP Kemendikbudristek dan Duta Teknologi DIY menyelenggarakan kegiatan Sinkronus Level 4 Berbagi dan Berkolaborasi dengan tema “Ngulik PembaTIK Level 4 Bersama Tutor Kelas 5”. Kegiatan seru ini diselenggarakan pada hari Jumat, 18 Oktober 2024 secara daring melalui Google Meet yang diikuti oleh 30 peserta PembaTIK yang lolos ke level 4.

Sinkronus dimulai tepat pukul 19.00 WIB yang dimoderatori oleh Duta Teknologi 2022, Ibu Rini Sri Lestari. Sambutan disampaikan oleh Bapak Firmansyah selaku perwakilan dari BLPT. Acara selanjutnya adalah perkenalan dari masing-masing tutor, yaitu Bapak Sigit Suryono (Duta Teknologi 2018), Ibu Nur Ernawati (Duta Teknologi 2019), Ibu Yuli Nestiyarum (Duta Teknologi 2020), Bapak Bakhtiar Rifai (Duta Teknologi 2021), dan Ibu Rofiana (Duta Teknologi 2023).

Pemaparan materi diawali oleh Ibu Rofiana. Beliau menyampaikan materi Rencana Aksi Berbagi dan Berkolaborasi. Dalam paparannya, beliau menyebutkan bahwa dalam penyusunan rencana aksi harus menggunakan pola SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time Bound). Beliau juga menyampaikan tugas-tugas yang harus dipenuhi oleh para Sahabat Teknologi (SATE), sebutan bagi peserta PembaTIK yang lolos ke level 4.

Selanjutnya adalah pemaparan materi yang terdapat di modul yang tersedia di laman PembaTIK. Modul 11 yang berjudul “Membangun Komunikasi dan Kolaborasi dalam Pemanfaatan Platform Teknologi” disampaikan oleh Ibu Nur Ernawati dan Ibu Yuli Nestiyarum, modul 12 yang berjudul “Pemanfaatan Media Sosial untuk Pembelajaran dan Sarana Berbagi Inspirasi” disampaikan oleh Bapak Bakhtiar Rifai, dan modul 13 berjudul “Publikasi Karya Tulis untuk Pengembangan Profesi Guru” disampaikan oleh Bapak Sigit Suryono. Beliau juga menyampaikan bahwa dalam kegiatan Berbagi Praktik Baik harus berdasarkan pada implementasi dari kreasi di level 3 dalam proses pembelajaran di kelas. Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa penyampaian Praktik Baik semestinya menggunakan pola STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, dan Refleksi). Sebelum acara ditutup, Bapak Ferry Yun Kurniawan selaku tutor PTP memberikan penguatan bagi para SATE. Kegiatan sinkronus ditutup pukul 21.00 WIB. 

Foto bareng Duta Teknologi dan Sahabat Teknologi Tahun 2024 DIY

Akhirnya, guru, sebagai fasilitator utama dalam proses pendidikan, dituntut untuk dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitasnya sehingga dapat memberikan proses pembelajaran yang relevan dan kontekstual, sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Guru juga harus berbagi dan berkolaborasi untuk merancang inovasi pembelajaran yang bermakna dan berpihak pada peserta didik sehingga dapat menginspirasi rekan guru lainnya.


#BLPTKemendikbudristek 

#MerdekaBelajar 

#PembaTIK2024 

#SahabatTeknologiKemendikbudristek 

#PlatformMerdekaMengajar


Narrative Text

  Main Idea: 1.     sums up the text in one to two sentences 2.     includes important information from the text 3.     main idea = to...