Hari Kamis, 24 Oktober 2024 jam 06.30 pagi, saya bersiap untuk perjalanan menuju sekolah sasaran kegiatan berbagi praktik baik yang sudah teragendakan dalam Rencana Aksi Berbagi dan Berkolaborasi. Berbekal surat sakti dari sekolah tempat saya mengajar dan ditemani rintik gerimis yang secara perlahan menjadi hujan, saya tetap melanjutkan perjalanan. Setelah melewati sekian banyak belokan, tanjakan dan turunan yang lumayan curam, sampailah saya di SMA IKIP Veteran III Tambakromo.
SMA
IKIP Veteran III Tambakromo adalah sekolah swasta yang lokasinya berada di
perbatasan wilayah DIY dan Jawa Tengah. Sekolah ini beralamatkan di Jalan
Gunung Panggung, Tambakromo, Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, DIY dan terakreditasi
A. Sekolah ini memiliki 130 siswa dan sudah mengimplementasikan Kurikulum
Merdeka.
Disambut
dengan suasana kekeluargaan, sekolah benar-benar welcome dengan rencana aksi
berbagi praktik baik yang akan saya lakukan. Tepat jam 08.00 WIB, saya mulai
membagikan praktik baik inovasi pembelajaran yang berjudul Pembelajaran
Berdiferensiasi dengan Model Learning Station Terintegrasi Teknologi. Pertama,
saya menginformasikan situasi dan kondisi pembelajaran di kelas saya terkait
kebijakan sekolah memperbolehkan siswa membawa smartphone padahal faktanya
teknologi yang digengam siswa itu menawarkan paket lengkap, manfaat dan
godaannya. Selain itu, saya juga menceritakan bahwa pembelajaran di kelas saya
belum sepenuhnya berpihak pada siswa. Masih ada siswa yang kurang semangat dan
kurang aktif belajar. Selanjutnya, saya memaparkan tentang tantangan yang
muncul dalam pembelajaran sehingga harus segera diberi sentuhan aksi nyata
untuk memperbaikinya.
![]() |
| Sesi berbagi praktik baik |
Juga saya sebutkan pemanfaatan teknologi yang bersahabat dan bisa diakses dengan smartphone siswa. Teknologi sederhana yang saya maksud adalah menyediakan konten pembelajaran yang bervariasi berupa video dari Youtube, game edukatif dengan Wordwall dan multimedia pembelajaran interaktif yang saya kembangkan dengan aplikasi Canva for Education. Ketiga konten tersebut diintegrasikan dalam model pembelajaran Learning Station sehingga setiap siswa mendapatkan peran dalam pembelajaran. Siswa tidak hanya duduk dan beraktivitas dengan smartphonenya namun siswa juga bergerak secara dinamis dari stasiun satu ke stasiun berikutnya sampai siswa mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dari tiap stasiun. Saya juga menyebutkan refleksi dan hasil praktik baik saya pada peserta berbagi praktik baik yang intinya adalah bahwa pembelajaran dengan berbantuan teknologi menjadi terasa seru bagi siswa dan siswa pun menjadi semangat dalam belajar. Selain itu, rasa ingin tahu akan kegiatan apa yang akan mereka lakukan di stasiun berikutnya membuat siswa menjadi lebih aktif dan terikat dalam pembelajaran.
Gayung bersambut, Kepala SMA IKIP Veteran III Tambakromo, Bapak Sugi Hartono,
S.Pd., M.M. menyambut baik kegiatan ini dan pada saatnya nanti akan bersama dengan warga
sekolah dalam komunitas belajar SMAIVEGA untuk belajar mendesain pembelajaran
yang berpihak pada siswa dan mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Beliau juga mengapresiasi saya karena telah bersedia menempuh jarak yang tidak pendek untuk berbagi informasi dan praktik baik terkait pemanfaatan teknologi di dalam kelas. Ibu
Rini Wulandari, S.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum juga
menyampaikan bahwa bapak dan ibu guru antusias dengan desain pembelajaran yang
mengintegrasikan teknologi dan menginginkan informasi lebih lanjut tentang cara
mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif yang saya presentasikan yang
tentunya di waktu yang berbeda. Kegiatan berbagi praktik baik yang dihadiri sejumlah 17 guru ini diakhiri pukul 09.30 WIB.
![]() |
| Daftar hadir peserta praktik baik |
![]() |
| Foto bersama bapak ibu guru hebat di SMA IKIP Veteran III Tambakromo |
Inilah catatan yang bisa saya bagikan. Keinginan bapak dan ibu guru hebat yang ada di SMA IKIP Veteran III Tambakromo untuk belajar dan berkreasi tentu akan memberikan kontribusi yang luar biasa dalam upaya mendesain inovasi pembelajaran yang berpihak pada siswa dan pada akhirnya bisa membekali siswa, sehingga diharapkan mereka bisa memenuhi tuntutan zaman.
#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2024
#SahabatTeknologiKemendikbudristek



Tidak ada komentar:
Posting Komentar