Webinar berbagi praktik baik yang dikemas dalam PBI Sharing Session “Sahabat Teknologi DIY Berbagi” kemarin ternyata berlanjut. Bagi yang belum tahu serunya acara yang diselenggarakan oleh Pendidikan Bahasa Inggris UIN Raden Intan Lampung, bolehlah baca di sini.
Jadi, ceritanya saya dan Ibu Dr. Laily Amin Fajariyah, M.Pd. dapat kesempatan berkolaborasi untuk berbagi praktik baik di acara yang diselenggarakan oleh JETA (Jogja English Teacher Association) bekerja sama dengan TEFLIN (Teaching English as a Foreign Language in Indonesia). Wow, keren banget kan yaa? Pasti. Webinar ini bertemakan Revisiting Technology in Assisting Language Learning. Webinar ini juga mendatangkan Bapak Paulus Kuswandono, Ph.D. sebagai keynote speaker dan Ibu Dyah Setyowati Ciptaningrum, S.Pd., M.Ed. yang akan memberikan materi berjudul Models of ICT Integration in English Language Classrooms.
Ketika flyer webinar saya dapatkan, rasanya bahagia
sekali melihat foto dan nama saya terpampang nyata mengisi lembaran flyer itu. Seumur-umur
bisa jadi narasumber di acaranya JETA dan TEFLIN sekaligus itu seperti mendapat
jackpot. Segera saja flyer itu saya bagikan di media sosial yang saya punya. Banyak
chat masuk yang isinya mendoakan supaya saya diberi kelancaran dan kesuksesan. Saya
sangat terharu.
![]() |
| Flyer webinar yang dibagikan melalui media sosial |
Segala persiapan pun saya lakukan. Saya pastikan materi presentasi sudah tertulis dengan baik dan MPI hasil kreasi di level 3 juga sudah siap action. Saya juga berlatih cas cis cus di setiap ada kesempatan supaya tidak terjadi roaming saat harus berbicara dalam Bahasa Inggris.
Hari Sabtu, 26 Oktober 2024 pukul 13.00 WIB pun
menyapa. Dengan semangat maju tak gentar saya langsung buka laptop dan mencoba
masuk ke zoom meeting. Tapi, tidak berhasil. Pantang semangat kendor, saya coba
lagi, lagi dan tidak berhasil. Ada apa gerangan? Akhirnya, mencoba buka melalui
zoom workplace dan sukses.
Acara pun dimulai. Diawali paparan dari Bapak Paulus
Kuswandono, Ph.D. yang memaparkan berjudul Empowering English Teacher Identity
in the Disruptive Era dan dilanjutkan sesi berbagi praktik baik oleh Ibu Dr.
Laily Amin Fajariyah, M.Pd. yang memaparkan BEST: Technology–Assissted Differentiated
Instructions. Selanjutnya, giliran saya yang memaparkan materi praktik baik
berjudul Simple Techs in Your Classroom: Technology–Assissted Differentiated
Instruction. Setelah itu, Ibu Dyah Setyowati Ciptaningrum, S.Pd., M.Ed.
memaparkan materi yang intinya membahas guru sebagai panutan dan bagaimana guru
harus mengenali teknologi yang dia terapkan di kelasnya.
![]() |
| Sesi berbagi praktik baik |
![]() |
| Sesi berbagi praktik baik |
Ada 130 guru Bahasa Inggris yang bergabung di acara webinar. Pada sesi tanya jawab, ada yang menanyakan dampak program PembaTIK bagi saya. Saya menanggapinya dengan mengatakan bahwa program PembaTIK memberi dampak signifikan pada pengelolaan waktu saya. Dulu, segala sesuatu dikerjakan tergantung mood. Namun, saat bergabung dalam program PembaTIK, segala tugas harus direncanakan, dijadwalkan, dan dilaksanakan. Segala lelah adalah konsekuensi dari keinginan untuk menjadi lebih kompeten. Webinar diakhiri pukul 15.00 WIB.
![]() |
| Daftar hadir peserta webinar |
![]() |
| Hadiah manis dari JETA - TEFLIN |
Webinar kali ini mengajarkan pentingnya humanisme di atas ilmu pengetahuan. Pengajaran yang baik itu bukan berasal dari teknik, namun dari integritas guru. Teknologi memang tidak akan pernah bisa menggantikan peran guru, namun guru yang memahami teknologi akan bisa menggantikan guru-guru yang tidak memahami teknologi. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Mari menjadi guru yang dapat menjadi inspirasi.
#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2024
#SahabatTeknologiKemendikbudristek

.jpeg)
.jpeg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar