Minggu, 27 Oktober 2024
Berawal dari obrolan di grup chat whatsapp peserta PembaTIK yang berasal dari kabupaten Gunungkidul dan sama-sama mengampu mata pelajaran Bahasa Inggris, terbitlah ide untuk berkolaborasi. Singkat cerita, ada tawaran bagi kami untuk berbagi praktik baik di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris UIN Raden Intan Lampung. Acara sesi berbagi praktik baik tersebut dikemas dengan nama PBI Sharing Session “Sahabat Teknologi DIY Berbagi.”
Hmm, dari penyelenggaranya jelas terbaca bahwa di sesi
berbagi praktik baiknya, narasumber diminta menggunakan Bahasa Inggris dan pesertanya
adalah para calon guru alias mahasiswa. Menyerah? Tentu tidak. Sebelum flyer
terbit, bergegaslah saya dengan jurus ala mahasiswa dulu yaitu SKS (sistem kebut semalam), membuat materi presentasi dalam
Bahasa Inggris. Done! Lanjut cek alat. Belajar dari berbagai tantangan di webinar
sebelumnya, tentu di webinar ini saya harus semakin paripurna. Dengan strategi googling,
saya praktikkan cara presentasi online dengan zoom. Siip, siap orbit!
![]() |
| Flyer Sharing Session yang dibagikan melalui media sosial |
Hari Jumat, 24 Oktober 2024 pukul 15.30 WIB adalah jadwal webinar tersebut. Ok, keluar dari sekolah tempat mengajar pukul 14.00 WIB sampailah di rumah pukul 15.00 WIB. setelah salim dengan Mamase, suami saya, langsung lanjut buka laptop dan siap action. Di kesempatan berbagi kali ini, rekan kolaborasi saya Ibu Dr. Laily Amin Fajariyah, M.Pd. menyampaikan materi berjudul BEST: Technology–Assissted Differentiated Instructions, sedangkan saya memaparkan materi yang berjudul Simple Techs in Your Classroom: Technology–Assissted Differentiated Instruction. Inti materinya sama dengan webinar sebelumnya, hanya saja materi disampaikan dalam Bahasa Inggris.
![]() |
| Sesi berbagi praktik baik |
![]() |
| Sesi berbagi praktik baik |
Ada 185 mahasiswa yang bergabung di sharing session ini. Pada sesi tanya jawab, ada yang menanyakan efektivitas dari MPI yang dikembangkan. Dan saya meresponnya dengan melihat sudut pandang kata efektivitas tersebut. Jika efektivitas dilihat dari sudut pandang keilmiahan dengan melakukan riset, maka efektivitas MPI belum terbukti karena saya belum pernah melakukan riset. Namun, jika dilihat dari pengalaman saat mengimplementasikan MPI tersebut, tentu MPI tersebut terbukti efektif dalam pembelajaran. Pertanyaan lain yang datang seputar ide apa yang bisa kami bagikan untuk bahan penulisan skripsi mereka dan bincang seru terkait ide dan inovasi pembelajaran pun berlanjut hingga webinar diakhiri pukul 17.30 WIB.
![]() |
| Tangkapan layar daftar hadir peserta |
![]() |
| Foto bareng peserta Sharing Session |
![]() |
| Hadiah manis dari PBI UIN Raden Intan Lampung |
#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2024
#SahabatTeknologiKemendikbudristek






Tidak ada komentar:
Posting Komentar