![]() |
| Kepala SMKN 1 Nglipar memberi arahan kepada guru peserta PembaTIK |
Hari Selasa, 15 Oktober 2024 selepas apel pagi, saya dan rekan sesama peserta PembaTIK yang lolos ke level 4 menghadap Kepala SMKN 1 Nglipar, Gunungkidul, Bapak Wardaya, S.Pd., M.Pd., selaku atasan saya. Kami menghadap Beliau dengan maksud menyampaikan hasil seleksi program PembaTIK dan meminta arahan beliau terkait tugas yang harus kami penuhi di level 4. Beliau menyampaikan apresiasinya dan memberikan arahan untuk kami, juga merekomendasikan untuk melakukan kegiatan berbagi praktik baik di hari yang ideal, dimana seluruh guru yang tergabung dalam komunitas belajar Eskasapar Learning Squad dapat bergabung dalam kegiatan tersebut. Beliau juga menyatakan kesediannya untuk menerbitkan surat tugas jika diperlukan.
![]() |
| Flyer yang dibagikan melalui group chat sekolah |
Sesuai kesepakatan, hari Rabu, 23 Oktober 2024 pukul 13.45 di ruang Laboratorium C1 saya dan Ibu Rista Sapta Perwitasari, S.Pd. secara bergantian menyampaikan praktik baik kami. Saya mendapat giliran pertama. Saya mulai membagikan praktik baik inovasi pembelajaran yang berjudul Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Model Learning Station Terintegrasi Teknologi. Pertama, saya menginformasikan situasi dan kondisi pembelajaran di kelas saya terkait kebijakan sekolah memperbolehkan siswa membawa smartphone padahal faktanya teknologi yang digengam siswa itu menawarkan paket lengkap, manfaat dan godaannya. Selain itu, saya juga menceritakan bahwa pembelajaran di kelas saya belum sepenuhnya berpihak pada siswa. Masih ada siswa yang kurang semangat dan kurang aktif belajar. Selanjutnya, saya memaparkan tentang tantangan yang muncul dalam pembelajaran sehingga harus segera diberi sentuhan aksi nyata untuk memperbaikinya.
Saya
juga menyebutkan pemanfaatan teknologi yang bersahabat dan bisa diakses dengan
smartphone siswa. Teknologi sederhana yang saya sebutkan adalah menyediakan
konten pembelajaran yang bervariasi berupa video dari Youtube, game edukatif
dengan Wordwall dan multimedia pembelajaran interaktif yang saya kembangkan
dengan aplikasi Canva for Education. Ketiga konten tersebut diintegrasikan
dalam model pembelajaran Learning Station sehingga setiap siswa mendapatkan
peran dalam pembelajaran. Siswa tidak hanya duduk dan beraktivitas dengan
smartphonenya namun siswa juga bergerak secara dinamis dari stasiun satu ke
stasiun berikutnya sampai siswa mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda
dari tiap stasiun. Saya juga menyebutkan refleksi dan hasil praktik baik saya
pada peserta berbagi praktik baik yang intinya adalah bahwa pembelajaran dengan
berbantuan teknologi menjadi terasa seru bagi siswa dan siswa pun menjadi
semangat dalam belajar. Selain itu, rasa ingin tahu akan kegiatan apa yang akan
mereka lakukan di stasiun berikutnya membuat siswa menjadi lebih aktif dan
terikat dalam pembelajaran.
Selanjutnya, Ibu Rista membagikan praktik baiknya yang berjudul Memanfaatkan MPI untuk Meningkatkan Partisipasi Siswa: Semua Bisa Bikin MPI dengan Genially. Beliau memaparkan tentang tutorial membuat MPI dengan aplikasi Genially. Kegiatan berbagi praktik baik ditutup tepat jam 15.00 oleh moderator.
Sesi
tanya jawab dibuka oleh moderator. Peserta berbagi praktik baik yang bergabung sejumlah 33 guru. Ada 1 masukan dan 1 pertanyaan yang
ditujukan untuk saya. Ibu Dwi Mulyani, S. Pd. memberikan masukan terkait
pilihan warna tulisan dalam MPI yang saya kembangkan. Menurut beliau warnanya
terlalu terang sehingga kurang terbaca. Pertanyaan datang dari Bapak Saptohadi,
S.Pd. Beliau menanyakan bagaimana jika pembelajaran sudah terintegrasi
teknologi dan terjadi kendala teknis pada saat pembelajaran berlangsung. Saya
menanggapinya dengan menyampaikan bahwa sesungguhnya peran guru itu tidak
tergantikan. Teknologi yang diintegrasikan dalam pembelajaran semestinya
menjadi support system sehingga ketika terjadi kendala guru bisa mengambil alih
situasi tersebut.
![]() |
| Daftar hadir peserta berbagi praktik baik |
Inilah catatan berbagi praktik baik yang bisa saya bagikan. Teknologi memang tidak akan pernah bisa menggantikan peran guru, namun guru yang memahami teknologi akan bisa menggantikan guru-guru yang tidak memahami teknologi. Tidak ada kata terlambat untuk belajar.
#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2024
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar



Tidak ada komentar:
Posting Komentar