Ibu ke pasar membeli itik
Tak lupa mampir ke warung nasi
Semangat belajar di program PembaTIK
‘Tuk jadi guru yang menginspirasi
Berawal dari keberuntungan saya lolos di program PembaTIK level 4, saya merasa hidup saya mengalami perubahan yang luar biasa istimewa. Di tengah hectic-nya jadwal mengajar yang saya miliki sebagai seorang guru SMK, saya pun menjalani serangkaian kegiatan berbagi dan berkolaborasi yang sungguh bermakna yang saya rangkum dalam sebuah vlog.
Vlog
yang saya buat ini merupakan rangkaian kegiatan berbagi dan berkolaborasi yang
saya buat. Sebagai seorang guru, tentunya kita dapat merancang pembelajaran
yang sesuai dengan profil, minat, gaya belajar, kesiapan dan lingkungan belajar
siswa. Untuk media pembelajaran, kita dapat memanfaatkan Platform Merdeka
Mengajar dan berbagai Platform teknologi lainnya.
Saya
merancang inovasi pembelajaran kolaboratif berbasis TIK yang berjudul
Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Model Learning Station Terintegrasi
Teknologi dan mengimplementasikannya di kelas saya. Selanjutnya, saya melakukan
berbagi praktik baik secara kolaboratif baik secara tatap maya maupun tatap
muka. Saya berkeliling secara tatap maya di 2 komunitas belajar yang dikemas
dalam bentuk webinar. Webinar pertama merupakan webinar wajib dan saya berkolaborasi
dengan 2 rekan sahabat teknologi yang berasal dari kabupaten yang sama. Webinar
ini diselenggarakan oleh komunitas Sahabat PembaTIK DIY yang mengangkat tema
Learning with a Click: Pembelajaran Seru Berbantuan Teknologi. Ada 143 guru hebat yang membersamai kami di webinar ini. Cek cerita serunya di sini.
Webinar
kedua merupakan webinar lintas propinsi yang terdiri dari sahabat teknologi
DIY, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Lampung. Webinar kedua ini
diselenggarakan oleh Invisibar (Inovasi dan Inspirasi Siau Barat) yang
mengangkat tema Inovasi Pembelajaran Seru Berbasis TIK dan Coaching bagi Rekan
Sejawat. Ada 31 guru yang bergabung di webinar lintas propinsi yang diselenggarakan di malam hari ini. Bisa klik di sini untuk cerita apiknya.
Selanjutnya,
saya berbagi praktik baik di acara Sharing Session di Pendidikan Bahasa Inggris
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung dengan tema PBI
Sharing Session “Sahabat Teknologi DIY Berbagi” yang dihadiri 128 mahasiswa. Klik di di sini jika ingin lihat cerita hebatnya.
Saya
juga melakukan berbagi praktik baik di webinar yang dihadiri 80 peserta.
Webinar ini diselenggarakan oleh JETA dan TEFLIN dengan tema Revisiting
Technology in Assisting Language Learning. Paket lengkapnya ada di sini ya.
Selain
itu, saya berkoordinasi dengan kepala sekolah untuk melakukan kegiatan berbagi
praktik baik. Hal ini saya lakukan karena jadwal mengajar saya padat sehingga
saya meminta arahan dari beliau. Karena agenda sekolah yang padat, kegiatan
berbagi praktik baik secara tatap muka saya awali di satuan pendidikan tempat
saya 5 tahun lalu bertugas. Saya berbagi praktik baik di SMAN 1
Karangmojo. Saya berbagi tentang Pembelajaran
Berdiferensiasi dengan Model Learning Station Terintegrasi Teknologi yang saya
kemas dengan nama BESTIE APIK bersama 20 guru hebat. Ada cerita kenangan di sini.
Selanjutnya,
saya berbagi praktik baik dengan materi yang sama di satuan pendidikan tempat
saya bertugas SMKN 1 Nglipar bersama 33 guru yang tergabung dalam komunitas
belajar Eskasapar Learning Squad. Cerita lengkapnya ada di sini.
Sekolah
tempat saya berbagi praktik baik berikutnya adalah SMA IKIP Veteran III
Tambakromo. 17 guru membersamai saya dalam berbagi praktik baik. Ada ceritanya juga di sini.
Harapan
saya dengan kegiatan berbagi praktik baik inovasi pembelajaran ini dapat
menjadi inspirasi bagi rekan guru untuk mendesain dan menerapkan inovasi
pembelajaran di kelasnya masing-masing. Demikian vlog selama saya mengikuti
kegiatan berbagi dan berkolaborasi program pembatik level 4 tahun 2024. Semoga
apa yang saya lakukan dapat menginspirasi bapak ibu guru semua.
Akhir
cerita, guru adalah seniman tingkat tinggi. Belajar dari perjalanan selama
mengikuti PembaTIK, guru harus terus belajar, berkreasi, berbagi, dan berkolaborasi
sehingga dapat memberikan cerita indah dalam pengalaman belajar siswanya. Semua
bisa menjadi guru yang baik, namun bisakah kita menjadi guru yang dapat menjadi
inspirasi untuk siswanya? Kita tidak perlu tahu segala sesuatunya terlebih
dahulu, kita hanya perlu mulai dari sekarang.
#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2024
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
Tidak ada komentar:
Posting Komentar